Namanya Warung Barokah, Tapi Jualan Arak dan Miras

Suara.com – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres Tuban , TNI dan juga Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, Jawa Timur menggelar razia sejumlah warung.

Sasarannya adalah warung yang berjualan minuman keras (miras) dan tempat karaoke liar. Hasilnya terdapat warung makan yang berjualan miras jenis arak dan juga bir.

Kegiatan itu diawali dengan menyisir sejumlah warung yang ada di Kecamatan Palang. Beberapa titik warung yang dinilai sering sering meresahkan masyarakat kangsung didatangi oleh petugas gabungan.

Ketika melakukan pemeriksaan di warung makan Barokah yang ada di Rembes, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, petugas mendapati minuman keras. Warung milik Marsiti itu menjaul arak, juga bir hitam dan putih.

“Saat dilakukan pemeriksaan di warung makan Barokah ini ditemukan arak dan juga bir. Araknya ada lima botol dan bir putih 20 botol, bir hitam tujuh botol,” terang Joko Herlambang, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Pemkab Tuban,Selasa (29/1/2019).

Setelah dari warung Barokah yang berjualan arak dan bir itu petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan warung yang ada di Desa Gesing, Kecamatan Semanding. Di warung milik Ririn Lutfiah itu ternyata dijuga menyediakan ruangan sebagai tempat karaoke secara ilegal.

“Untuk tempat karaokenya saat kita datang sedang tidak operasi. Kita juga mengamankan minuman keras dari tempat itu,” lanjutnya.

Puluhan botol miras yang berhasil ditemukan dari dua warung itu kemudian diamankan dan dibawa oleh petugas. Selanjutnya untuk pemilik warung sudah didata untuk dipanggil.

“Pemilik warung yang menyediakan tempat karaoke sudah kita imbau untuk menutup tempat karaokenya. Mereka sudah kita data untuk kita panggil,” imbuh dia.

Sumber: Beritajatim.com