Harga rumah seken akan terus turun hingga Semester I 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga rumah seken diprediksi akan terus terkoreksi hingga semester I tahun 2019. Pasalnya, momen pilpres 2019, ajaran baru pendidikan dan masa lebaran menjadi faktornya.

Hal ini disampaikan oleh President Director ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (30/11). Darmadi memandang para pengembang, investor, dan end user menunda pembelian sambil mengamati situasi ekonomi dan politik tahun 2019.

Sepanjang tahun 2018 ini, harga rumah seken terkoreksi sampai 20%. Darmadi menilai koreksi juga terjadi karena minat beli masyarakat rendah, terutama kelas menengah. Pendapatan masyarakat menengah tidak dapat menjangkau harga yang ditawarkan broker.

“Hunian apartemen itu ada yang harga Rp 250-300 juta dengan cicilan Rp 5 juta per bulan. Misalkan sepasang suami-istri bergaji Rp 10 juta maka 1/3 gaji mereka membayar cicilan, belum lagi biaya makan, transportasi, pendidikan. Ya enggak bisalah mereka beli, ” kata Darmadi.

Dia berharap pemerintah segera bekerja para pengembang besar menyasar kalangan menengah. Apalagi, pemerintah mewacanakan agar 700 pegawai negeri sipi (PNS) memiliki rumah.

Di sisi lain, Darmadi menilai, harga rumah seken tahun ini lebih kuat dibandingkan empat atau enam tahun lalu. Sebab, tahun 2009 sampai tahun 2012, para broker sangat agresif membeli properti dengan nilai tinggi.

Dengan asumsi harga properti akan terus meningkat. Faktanya, bisnis properti semakin lesu dan bersaing.

“Pasar primer terjebak over supply dan pricing yang tinggi. Mau tidak mau pasar sekunder yang berjalan,” kata Darmadi.

Reporter: Denita BR Matondang
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Denita BR Matondang
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan