Bukan karena Miras, Motif Anak Bunuh Ayahnya karena Malu Disuruh Pulang

Suara.com – Motif pemuda berinisial PI (28) menebas leher ayahnya, Abdurachman bin H Sadin hingga tewas ternyata karena tersinggung setelah dimarah-marahi korban saat kepergok menenggak minuman keras dengan rekannya bernama Udin di pos keamanan, dekat kediaman di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

“Motifnya murni karena tersinggung,” Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/1/2019).

Dari hasil penyidikan sementara, polisi tak menemukan indikasi pengaruh miras saat pelaku membunuh lelaki paruh baya itu dengan menggunakan sebilah celurit. “Kita cek hasilnya nihil. Pelaku tak terpengaruh miras,” kata dia.

Aksi pembunuhan itu terjadi ketika pelaku disuruh pulang ke rumahnya setelah kepergok Abdurachman sedang menenggak miras bersama rekannya bernama Udin di pos keamanan yang tak jauh dari rumahnya pada Selasa (29/1/2019) sore. Saat itu, pelaku juga sedang membantu rekannya yang sedang memperbaiki televisi milik warga bernama Joyo.

Lantas, lelaki renta itu menegur korban dan memintanya agar pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, pelaku yang tak terima ditegur orang tuanya, lalu mencari Abdurachman yang sedang berada di dapur. Saat itu pelaku sempat terlibat cekcok mulut karena mengganggap korban dianggap lebih membanding-bandingkan pelaku dengan orang lain. Akhirnya, pelaku lalu menebas leher korban dengan menggunakan sebilah celurit.

Terkait kasus tersebut, PI kini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Cengkareng. Dia dijera Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.